tarif gojek naik harga driver turun

tarif gojek naik harga driver turun

Tarif Harga Go-Jek Normal 2000 Per KM, Pendapatan Driver Menurun?

Anda pelanggan setia ojekan aplikasi Go-Jek? Tentu beberapa bulan ini anda mungkin sudah terbiasa mengandalkan ojek dimana-mana, dan memang patut mendapatkan acungan jempol karena jasa yang ditawarkan memang sangat berguna sekali bagi masyarakat, bagi anak sekolah yang setiap harinya harus naik angkot dan buru-buru bangun pagi, dengan mudah bisa menggunakan ojek online, bagi para ibu yang tidak sempat menjemput anaknya di sekolah, bisa mengandalkan gojek untuk menjemputnya dengan aman dan cepat.

Namun mulai hari ini terhitung 18 November 2015 sepertinya untuk wilayah Bali, Surabaya, Bandung  tampaknya masyarakat harus merelakan promo flat Rp 15.000 yang berlaku beberapa waktu lalu dihapuskan dan menggunakan tarif normal Rp 2000 per KM, dengan minimum Rp 15.000 untuk 6 atau 7 KM pertama, setelahnya akan dihitung harga 2000 tadi untuk setiap kilometer yang ditempuh.

Pertanyaannya, apakah anda masih tetap menggunakan jasa Go-Jek dengan tarif yang sudah tidak promo lagi?

Saya pribadi sebenarnya juga pengguna Go-Food kalau sedang lapar dan males keluar, langsung pesan pakai Gojek saja. Di media sosial seperti Twitter terlihat banyak beberapa user yang mengeluhkan tarif terbaru ini, karena yang awalnya sudah terbiasa cukup Rp 10.000 awalnya, kini menjadi Rp 15.000 flat maksimal 25 KM, nah sekarang Rp 15.000,- untuk 6-7 KM pertama, sisanya ditanggung sendiri oleh penumpang.

Mungkin ini adalah dampak yang terjadi ketika kita terlalu tergantung pada satu moda transportasi, tentu nyaman memang dengan pelayanan yang prima seperti Gojek yang memiliki driver yang kuat, tangguh, dan cepat tanggap ketika menerima order, namun ketika kembali lagi ke harga yang normal, dengan kondisi ekonomi seperti saat ini sepertinya harus lebih berhemat lagi, terlebih bagi yang sudah biasa bawa motor sendiri, kalau dulu biasa pakai gojek mungkin akan kembali lagi ke kebiasaan lama menyetir untuk diri sendiri dulu dan jarang-jarang pakai gojeknya (misal sedang ada promo lagi) hehe..

harga gojek naik driver turun harga

Namun seperti kita lihat, dengan penurunan tarif per KM 2000 rupiah ini dan tarif dasar Rp 15.000 yang dirasakan berat oleh konsumen, dampaknya ternyata tidak hanya bagi konsumen saja, melainkan bagi driver sepertinya juga sama, karena yang awalnya 4000 menjadi 3000 rupiah per KM. Dengan meningkatnya harga konsumen seperti ini apakah orderan bagi para driver ini akan menurun juga? tentu masih ada beberapa pengguna yang tidak mempermasalahkan harga tersebut selama masih dalam batas wajar sehingga para driver tidak perlu khawatir kekurangan order / semakin sepi orderan untuk dimenangkan setiap harinya. 🙂

Namun setiap driver tentunya sudah berpikir matang ketika mendaftar bahwa harus mengikuti ketentuan yang sudah diterapkan oleh manajemen pusat, tentu manajemen Gojek juga memiliki strategi pemasaran sendiri agar aplikasi tetap berjalan dan bisa bertahan di derasnya arus persaingan dengan ojek online lainnya. Dan tentunya konsumen juga berharap mitra driver tetap memberikan pelayanan yang prima dan baik meskipun tarif dasar diturunkan, sehingga tidak mengganggu kinerja dan penghasilan yang diperoleh, karena dengan turunnya tarif, berarti harus bekerja lebih giat lagi untuk mendapatkan hasil yang sama. Tetap semangat 🙂

Nah sekarang kita memiliki banyak pilihan di depan mata kita, anda bisa menggunakan transportasi umum seperti mikrolet, busway, ojek pangkalan, ojek aplikasi, atau mandiri menggunakan sepeda ontel atau sepeda motor yang anda miliki untuk menunjang aktivitas transportasi anda untuk bekerja, bepergian, dan mengirim barang. Banyak pilihan dan tentunya semua memiliki sisi positif bagi penggunanya. 🙂

WhatsApp Chat